Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas

Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas
Pengarang
Subdit Kepustakaan Islam 
Instansi
Kementerian Agama RI 
Kategori
Pendidikan dan Pemberdayaan Generasi Muda 
Statistik Data
 
Tgl. Publish
Senin, 12 Oktober 2026 

Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ أَصْحَابِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Jamaah Jumat rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kemanfaatan kita bagi sesama.

Pada bulan Oktober ini kita memperingati Hari Santri. Tahun 2026, Hari Santri mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini berbicara tentang santri, tetapi pesannya adalah pesan untuk kita semua. Sebab Indonesia adalah rumah kita bersama.

Di negeri ini ada petani, nelayan, pedagang, guru, pekerja, pengusaha, orang tua, pejabat, anak muda, dan seluruh masyarakat. Masing-masing memiliki ruang pengabdian dan tanggung jawab atas masa depan Indonesia. Karena itu, ketika kita berbicara tentang santri menguatkan negeri, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang nilai perjuangan santri yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat.

Kita tidak boleh melupakan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Ketika kemerdekaan Indonesia berada dalam ancaman, para ulama dan santri menyerukan kewajiban mempertahankan kemerdekaan. Sejarah itu mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak cukup diwarisi. Kemerdekaan harus dijaga dan diisi dengan pengorbanan.

Dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan. Hari ini perjuangan kita adalah mengisi kemerdekaan. Kita melawan kebodohan dengan ilmu, kemiskinan dengan kerja dan pemberdayaan, korupsi dengan kejujuran, perpecahan dengan persaudaraan, kerusakan lingkungan dengan kepedulian, dan ketidakadilan dengan keberanian menegakkan kebenaran. Allah Swt berfirman:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

“Dan mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, ‘Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya zalim ini dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.’” (QS. An-Nisa [4]: 75)

Ayat ini mengajarkan keberpihakan kepada mereka yang lemah dan tertindas. Karena itu, prinsip perjuangan kita harus jelas, yaitu membela yang dizalimi, bukan membela kezaliman; membela kebenaran, bukan membela kelompok secara membabi buta, dan membela keadilan, bukan membela kepentingan karena kedekatan.

Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلّٰهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ، وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا، اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ، وَاتَّقُوا اللّٰهَ، إِنَّ اللّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 8)

Jemaah Jumat rahimakumullah

Dari pesantren kita belajar bahwa ilmu harus melahirkan adab, kecerdasan harus melahirkan tanggung jawab, kekayaan harus melahirkan kemanfaatan, dan kekuasaan harus melahirkan amanah. Nilai-nilai itu bukan hanya milik santri. Pedagang mengamalkan kejujuran. Guru mengamalkan keikhlasan. Orang tua mengamalkan keteladanan. Pengusaha mengamalkan tanggung jawab. Pejabat mengamalkan amanah. Pekerja mengamalkan profesionalitas. Dan setiap warga menjaga persaudaraan. Dengan demikian, setiap orang dapat mengambil bagian dalam menguatkan negeri.

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah

Kita sedang berjuang untuk mewujudkan Indonesia Emas. Wujud dari Indonesia Emas bukan sekadar gedung-gedung yang tinggi, ekonomi yang melesat, teknologi yang maju, dan infrastruktur yang megah. Indonesia Emas adalah Indonesia yang maju sekaligus adil; kuat tetapi tidak menindas; makmur tetapi tidak meninggalkan yang lemah; modern tetapi tetap beradab.

Dalam kerangka pembangunan nasional, Asta Cita dapat kita pahami sebagai ikhtiar besar untuk memperkuat persatuan dan kedaulatan, membangun manusia berkualitas, mewujudkan ekonomi yang mandiri dan membuka lapangan kerja, membangun dari masyarakat bawah, memperbaiki hukum dan pemerintahan, menjaga lingkungan, serta memperkuat peran Indonesia di dunia.

Maknanya sederhana: Indonesia tidak cukup menjadi negara yang besar. Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat, adil, mandiri, sejahtera, dan bermartabat. Dan semua itu tidak mungkin dikerjakan pemerintah sendirian. Petani menjaga pangan. Guru mencerdaskan. Pedagang menjaga kejujuran. Pengusaha membuka kesempatan. Semua pekerja bekerja dengan amanah. Orang tua mendidik generasi. Pejabat melayani rakyat. Masyarakat menjaga persatuan. Dari situlah pembangunan menjadi nyata.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah

Hari Santri mengajarkan bahwa mencintai negeri bukan sekadar slogan. Cinta tanah air adalah kesediaan untuk berbuat baik bagi tanah air. Maka marilah kita warisi semangat para ulama dan santri yaitu ilmu, keberanian, pengorbanan, persatuan, keadilan, dan kepedulian kepada mereka yang lemah. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya. Kita isi pembangunan dengan keadilan. Kita isi kemajuan dengan akhlak. Dan kita jadikan setiap pekerjaan yang halal dan bermanfaat sebagai bagian dari pengabdian kepada negeri. Santri memberi teladan. Masyarakat meneruskan. Negara menguatkan. Dan seluruh anak bangsa bersama-sama menuju Indonesia Emas.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَىٰ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ أَصْحَابِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ عُلَمَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا، وَأَصْلِحْ مُجْتَمَعَنَا، وَأَصْلِحْ أُسَرَنَا وَأَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَاجْعَلْ أَهْلَهُ أَهْلَ تَقْوًى وَأَمَانَةٍ وَمَحَبَّةٍ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ إِنْدُونِيسِيَا مِنَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ، وَمِنَ الْفُرْقَةِ وَالْعَدَاوَةِ، وَمِنَ الظُّلْمِ وَالْفَسَادِ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَقَلْبًا سَلِيمًا، وَأَخْلَاقًا كَرِيمَةً اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ. اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِخِدْمَةِ الدِّينِ وَالْوَطَنِ وَالْإِنْسَانِ، وَاجْعَلْ أَعْمَالَنَا سَبَبًا لِخَيْرِ أُسَرِنَا وَمُجْتَمَعِنَا وَبَلَدِنَا. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ مُجْتَمَعَنَا، وَأَصْلِحْ شَبَابَنَا، وَاحْفَظْ أَطْفَالَنَا، وَبَارِكْ فِي عُلَمَائِنَا وَمُعَلِّمِينَا وَمُرَبِّينَا. اَللّٰهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَىٰ، وَاجْعَلْهُمْ أَهْلَ أَمَانَةٍ وَعَدْلٍ وَحِكْمَةٍ، وَوَفِّقْهُمْ لِخِدْمَةِ الشَّعْبِ وَالْوَطَنِ. اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِحِفْظِ وَحْدَةِ إِنْدُونِيسِيَا، وَاجْعَلْنَا أَبْنَاءَ وَطَنٍ يَتَعَاوَنُونَ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ، وَلَا يَتَعَاوَنُونَ عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا مُتَقَدِّمًا، عَادِلًا، مُزْدَهِرًا، آمِنًا، وَمُتَّحِدًا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا يَسْهَمُ فِي صُنْعِ السَّلَامِ وَالْخَيْرِ لِلْعَالَمِ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا دِينَنَا، وَاحْفَظْ عَلَيْنَا وَطَنَنَا، وَاحْفَظْ عَلَيْنَا أَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا، وَاحْفَظْ عَلَيْنَا وَحْدَتَنَا وَسَلَامَنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

 

Form Generate Sitasi

Kolom Komentar

Support kami dengan komentar positif dan ulasan yang membangun.

* Anda Wajib login Untuk Menulis Komentar/Review.

Subscribe ELIPKSI

Jangan Lewatkan

Jangan sampai Anda terlewatkan update buku terbaru dari ELIPSKI, segera berlanganan gratis melalui email.